Pagi ini wahfu di selimuti mendung, tak seperti biasanya aku bangun lebih awal... Wetz wetz... 1jam jam pekerjaan ku beres. Mbah masih ngorok, melihat cuaca yg berwarna abu-abu aku seakan juga pengen masuk lagi dalam selimut. Pandanganku tak sengaja mengarah ke lapt cetul imut, niat masuk selimutpun terpaksa aku hianati, hipnotis cuaca kalah dengan hipnotis lepi. Duduk silo mangku kusen aku nyalakan cetul imut tak tau mau ngapain selain nyambangin simuka buku alias si mukabuku, buka kompaspun terasa enggan, alah paling berita mirip-mirip yang kemarin atau malah ada postingan baru pikirku negatif. Akupun buka Messenger lagipula udah lama aku tak ngobrol bareng dengan orang yang semua asing itu tapi semua terasa dekat itu, siapa tahu dapat temen pinter yang kadang aku curi ilmunya, Gratis!!!! Tanpa uang muka, uang gedung, uang smester dan uang uang tetek bengeknya.
Mulaiku lontarkan serangan sapaan "morning everybody"... da bla bla bla... masuklah 3 balasan dalam room pribadi. Setelah saling berkenalan kamu siapa dan aku siapa serta cuap sana cuap sini. Ngaku nama reto (nama nggka penting, krn mungkin saja namanya parjo kikikiki) tinggal di jakarta dan seambrek bio yang jujur dalam hati Wawoooooo. 1 ja yang dia merasa kurang puas dengan kehidupannya, dia ternyata "Liku liku laki laki tak laku laku" Obrolan makin lama kok makin sendu, si 3L makin ingin tau tetang diriku dari menanyakan masalah status dan dan tawaran yang mautttttttttttttttttttttttttt, terlena ku sedikit tergiur semaput. Sadar sadar.... aku sadar itulah duniamay, dunia yang berkelipan akan kelebihan yang kadang kita bisa terlena, Lanjut......................
Merembet merembet aku ditawarin (tahukan di tawarin apa?) aku hanya menjawab "hehehe dan titik titik....," lama lama obrolan menjadi angen dan berubah panas karena jawaban "heheheh dan titik titik' membuat dia tidak puasa dan tersinggung
Dasar TKI bego bla bla bla..... hidupmu hanya dilantai , sebenarnya kau merasa meruntung dengan niatku dan Zetz zetz.........
Waw waw... alamak ketemu psokopat jakarta rekkkkkkkkkkkkkk, entah berapa banyak lagi psikopat psikopat meraja lelah di dunia maya dan nyata, kayaknya udah membudaya , yang membuat aku geli dan lucu, aku yang bagi dia CUMA TKI ini bisa membuat dia tersinggung karena cintanya aku tolak hihihihik...
Yang jelas kawan.... hidupku yang kata dia "hnya di lantai ini " merasa buangga banget karena aku nggak ngemis, aku nggak nipu, aku nggak korup, setidaknya aku mampu bisa memerdekakan diriku sendiri. Itulah Dumay kawan.. bisa apa saja, bisa jadi apa saja, bisa jadi baik dan bisa bringat bak psikopat seperti cerita aku diatas.....
,...
Hidup ku memang sedikit selengahan, tapi aku juga seperti kalian, masih banyak menyimpan harapan di masa yang akan datang....
Kamis, 21 Juli 2011
Rabu, 20 Juli 2011
Aku
Aku
aku yang mengalami
aku yang merasai
aku yang berbuat
aku yang menanggung
Oo.h siapakah aku
pernahkah engkau ingin menjadi aku?
pernahkah juga engkau ingin lari dari aku?
sedangkah engkau takkan terna lepas dari aku
maka teteplaj engkau menjadi aku dalam dirimu sendiri
Tak ada judul
Jalanan yang berbatu
kerikil menusuk kalbu
bagiku bukan takdir lara
tetepi hingga berharga
Dugamu tak seindah raga
ucapmu tak sejujur sangka
lafaskan apa saja
goreskan perasaan
Kau bebas hiasi bahasa
di ujung lidah penuh dusta
Kucoba berdiam diri
lenyapkan dendam di hati
amarah dan kecewa
hanyalah runtuhan jiwa
Siapa jiwa ini tuhan yang mamahami
kerikil menusuk kalbu
bagiku bukan takdir lara
tetepi hingga berharga
Dugamu tak seindah raga
ucapmu tak sejujur sangka
lafaskan apa saja
goreskan perasaan
Kau bebas hiasi bahasa
di ujung lidah penuh dusta
Kucoba berdiam diri
lenyapkan dendam di hati
amarah dan kecewa
hanyalah runtuhan jiwa
Siapa jiwa ini tuhan yang mamahami
Tanda tanya 2
Merangkum lengkung tanda tanya
di sebuah pusara yang bernama suasana hati
menguras lautan demi sebuah makna
kan kau temui secarik surat di hati
Bersama malam bersama senja yang lalu
menekuk mentari dalam genggam diri
merampas bintang bintan hatimu
berharap menemui sebua arti diri
Saatnya untuk berdiri mencari arti sejati
cukupla semua canda tawa masa
tumbuhilah menjadi dewasa dalam nyata
Banyaklah cinta yang kau cari sendiri
rajutkan kehidupan begi jiwa
carilah makna dalam luas sanubari
mulai sekarang hingga esok muna
di sebuah pusara yang bernama suasana hati
menguras lautan demi sebuah makna
kan kau temui secarik surat di hati
Bersama malam bersama senja yang lalu
menekuk mentari dalam genggam diri
merampas bintang bintan hatimu
berharap menemui sebua arti diri
Saatnya untuk berdiri mencari arti sejati
cukupla semua canda tawa masa
tumbuhilah menjadi dewasa dalam nyata
Banyaklah cinta yang kau cari sendiri
rajutkan kehidupan begi jiwa
carilah makna dalam luas sanubari
mulai sekarang hingga esok muna
Judul yang hilang
Stt... diamlah lalu rasakan
si saat malam mulai menari
tetepa bintang yang berkejaran
adakah sebuah siratan hati
Ketika itu ku titip bagimu
sebuah kelopak bunga cinta
kurahut dalam raut nafasku
melihat bulan dan bintangnya
Niscaya diriku bersama mereka
menari hibur dirimu... ku rindu
sesosok cinta yang ku pangku
Dalam bisikan rumput semesta
menyanyikan sebuah kidung rindu
mengusik yang terlelap tidurnya
biarkan mereka mendengar rinduku
si saat malam mulai menari
tetepa bintang yang berkejaran
adakah sebuah siratan hati
Ketika itu ku titip bagimu
sebuah kelopak bunga cinta
kurahut dalam raut nafasku
melihat bulan dan bintangnya
Niscaya diriku bersama mereka
menari hibur dirimu... ku rindu
sesosok cinta yang ku pangku
Dalam bisikan rumput semesta
menyanyikan sebuah kidung rindu
mengusik yang terlelap tidurnya
biarkan mereka mendengar rinduku
Membaca surgamu
Kamu disini bersama mentari
bersama berjalan awan mimpi
mernagkum bayang kesepian
jangkiti siang dengan harapan
Jiwamu melayang sebatas angan
lewati batas batas kewajaran
jejalkan cahaya cahaya bintang
meraih rembulan yang hilang
Bertabur ribuan mungkin jutaan
lembaran kenangan merenggut angan
tenggelamkan dirmu dalam sendiri
memaksa insan membaca surgamu
kepediah apakah rasa airmu
Matahari siang berenang di awan
rembulanpun tenggelampun dalam awan
Huhu hehe
Senyum mereka seindah mawar
menaliku bersama kumpulan lembah
menyeret setiap belulang terpancar
kiranya senyumu membuat resaj
Dilarut malam mimpuku padamu
menidurkan di antara aliran sungai
menumbuhkan air mata di sekitarnya
namunkah semua ini hanya mimpi
Ketika terbangun dalam kenyataan
mataku seakan menyajikan buram
diriku samar di kejauhan
seperti tersaput kabut kelam
Sering kali ingiku memetik bunga
kusematkan di antara telinga hatimu
agar dirimu merasakan indahnya
asmaraku selalu mengatuk asamu
menaliku bersama kumpulan lembah
menyeret setiap belulang terpancar
kiranya senyumu membuat resaj
Dilarut malam mimpuku padamu
menidurkan di antara aliran sungai
menumbuhkan air mata di sekitarnya
namunkah semua ini hanya mimpi
Ketika terbangun dalam kenyataan
mataku seakan menyajikan buram
diriku samar di kejauhan
seperti tersaput kabut kelam
Sering kali ingiku memetik bunga
kusematkan di antara telinga hatimu
agar dirimu merasakan indahnya
asmaraku selalu mengatuk asamu
Tanda tanya
Stasiun kereta setengah tiga sore hari
nantikan kedatangan senyum di antara bisingnya
siselasela rel kereta baja yang panas di bakari
sekian lamanya hati menanti dekat hangatnya
begitulah kurasa getar getar asing jalariku
menantikan dan hanya tebar senyum pada semua
Penjual nasi yang sibuk berkata kata
penjaga tiket masih saja tebar suara
pengamen kecil kulihat tidur beratap mega
sekian banyak manusia di sekitaku meracau
sedikit mengganggu setiap angan bayangku
namun semua hanyalah sementara
Setengah tiga lebih tiga puluh tiga
kudengar desis angin rem kereta bagiku... siulan
kereta pembawa senyum di kejauhan hampiriku
bawakan bidadari tanpa sayap
bidadari dengan senyum yang membuatku luluh
Seperti anak kecil aku berlompatan... tertawa
Ribuan mansia berjumpalitan berlarian keluar
hirup udara segar bercampur ribuan airmata rindu
sekian lama kunanti.. dimana kekasihku yang berjanji
ku tanyai setiap mulut yang ada.. ku tanyai
Kuukir tanda tanya di tanah lapang.. tetap hampa
kekasihku tiada di dalam kereta setengah tiga
kini bersama tiang menyanggah surya.. bersimpuh
aku meleleh dalam kecewa tanda tanya raja
Pukul tiga lebih dua puluh.. bidadariku tak kutemui
nantikan kedatangan senyum di antara bisingnya
siselasela rel kereta baja yang panas di bakari
sekian lamanya hati menanti dekat hangatnya
begitulah kurasa getar getar asing jalariku
menantikan dan hanya tebar senyum pada semua
Penjual nasi yang sibuk berkata kata
penjaga tiket masih saja tebar suara
pengamen kecil kulihat tidur beratap mega
sekian banyak manusia di sekitaku meracau
sedikit mengganggu setiap angan bayangku
namun semua hanyalah sementara
Setengah tiga lebih tiga puluh tiga
kudengar desis angin rem kereta bagiku... siulan
kereta pembawa senyum di kejauhan hampiriku
bawakan bidadari tanpa sayap
bidadari dengan senyum yang membuatku luluh
Seperti anak kecil aku berlompatan... tertawa
Ribuan mansia berjumpalitan berlarian keluar
hirup udara segar bercampur ribuan airmata rindu
sekian lama kunanti.. dimana kekasihku yang berjanji
ku tanyai setiap mulut yang ada.. ku tanyai
Kuukir tanda tanya di tanah lapang.. tetap hampa
kekasihku tiada di dalam kereta setengah tiga
kini bersama tiang menyanggah surya.. bersimpuh
aku meleleh dalam kecewa tanda tanya raja
Pukul tiga lebih dua puluh.. bidadariku tak kutemui
Selasa, 19 Juli 2011
Kita yang beda
Semalam aku dan upel ngobrol melalui Messenger hinagg larut malam, mendiskusikan tentang kebiasaan membaca dan menulis hingga masalah ranjang dan kesehatan... Semalam aku dan upel begitu santai dan tenang tanpa berdebatan yang agak-agak panas kayak biasanya jika udah timbul perbedaan pendapat dan jalan pikir kita kadang agak bersih keras tapi semalam .. intinya kita begitu nyaman
Bila aku ingat kembali begitu banyak perbedaan antara aku da upel, yg kadang membuat aku menjadi ngambek, kini lambat laun kita mulai kompromi dengan sesuatu yang beda. Tak seperti di awal-awal hubungan , jika udah berdebat sering di akhiri dengan pertengkaran, sepertinya kita sudah saling menerima, pengerti, memahami walau belum sepenuhnya tentang kekuarangan yang ada....
Mengenai baca dan tulis, upel tak begitu hobi.. eh bukan lagi tak begitu hoby.. ya emang nggak hobi, itu karena mungkin upel tak terbiasa dan selalu mengakui kalau memory ingatan tak begitu mampu menampung sesuatu yg habis di baca.... bablas.... pokoknya nggak biasa dan nggak telaten. Upel selalu berpikir sesuatu dengan simple, kayak "gampangne' sesuatu gitu.... yang kadang membuat ku sedikit jelessssssss, nggak memikirkan sesuatu dengan cara yang jelimet, nggak banyak mikir juga walau masalah begitu berat. Apapun itu masalahnya selalu dibuat santai... ya gitu deh upel
Beda dengan aku.. aku orangnya serba detail, jelimet dan terus kepikiran jika ada masalah mendera, aku juga betak membaca berjam-jam, fokus dan keautis-autisan gitu dan total yang kadang kebablasan hahahhah tapi itu lah aku... bagiku membaca itu sangat penting, apalagi baca di nikahkan dengan nulis, rasa seperti terbang bebas dan lepas serta hinggap kemana aku mau, hem beda banget kan dengan upel????
Aku dengan upel selalu beda dan emang beda, tapi di situlah telak keindahan dan kemesraan itu.....
Bila aku ingat kembali begitu banyak perbedaan antara aku da upel, yg kadang membuat aku menjadi ngambek, kini lambat laun kita mulai kompromi dengan sesuatu yang beda. Tak seperti di awal-awal hubungan , jika udah berdebat sering di akhiri dengan pertengkaran, sepertinya kita sudah saling menerima, pengerti, memahami walau belum sepenuhnya tentang kekuarangan yang ada....
Mengenai baca dan tulis, upel tak begitu hobi.. eh bukan lagi tak begitu hoby.. ya emang nggak hobi, itu karena mungkin upel tak terbiasa dan selalu mengakui kalau memory ingatan tak begitu mampu menampung sesuatu yg habis di baca.... bablas.... pokoknya nggak biasa dan nggak telaten. Upel selalu berpikir sesuatu dengan simple, kayak "gampangne' sesuatu gitu.... yang kadang membuat ku sedikit jelessssssss, nggak memikirkan sesuatu dengan cara yang jelimet, nggak banyak mikir juga walau masalah begitu berat. Apapun itu masalahnya selalu dibuat santai... ya gitu deh upel
Beda dengan aku.. aku orangnya serba detail, jelimet dan terus kepikiran jika ada masalah mendera, aku juga betak membaca berjam-jam, fokus dan keautis-autisan gitu dan total yang kadang kebablasan hahahhah tapi itu lah aku... bagiku membaca itu sangat penting, apalagi baca di nikahkan dengan nulis, rasa seperti terbang bebas dan lepas serta hinggap kemana aku mau, hem beda banget kan dengan upel????
Aku dengan upel selalu beda dan emang beda, tapi di situlah telak keindahan dan kemesraan itu.....
Minggu, 17 Juli 2011
Yam cha
Hari ini aq ma mbh pergi mkn di resto lg, udah bebera bln ni , km jrg mkn diluar, byk mkan dirmh msk dr,.. Ada kesenangan tersendiri jika bs msk dirmh krn aq bs kreasi apa yg mesti aq msk menurut selera lidah pd hari itu, Hari ni mkn di resto di tempat km biasa mkan siang, seperti biasa km disambut oleh pelayan yg dah akrap dgn kami, mgkn krn kami hampis tiap hari mkn siang ditempat ni, g seperti kebykan langganan tetep yg lain kehadiran km selalu disambut hangat dan cekatan pencarikan km tempat duduk, yah mgkn krn mbahq yg orgnya kalem dan selalu ngasi tips ma mereka,
Mereka kompak sling tempar siapa yg kira nya cepat menyedukan teh buam kapi.. Tak lupa merka ty kan 'berapa orang? Km jwb '2 tempat, lg lg km slalu spesial, kami diberi fasilitas piring kcl yg tak g pelanggan lain gunakan untuk mkn siang,. dan segeralah aku memcuci mangkok dan semua dengan air teh panas pertama takutnyanya se...., ketika pelayan nyadu teh nya nggak di cuci kikikikik yang jelas emang udah tradisinya yam cha begitu... setidaknya lebih bersih
Kita besan nasi 4 lauk yaitu nasi bebek bkr, ayam kecap telur dan 1 lauk lg,
Untuk mslh pesan mbah selalu mgil manager restoram, krn disamping biasa mskan yg lbh spesial mbah g mau ambil resiko ktk pelayan slh tls...
Air teh di tmbh beberapa kali, teh pait yg menjadi minuman favorit org cina, walalo mkan mkanan berkilau dgn minyak menggenang tak perlu kwatir dut... Jujur selera lidah g klop ma mkanan resto ni, krn lapar smua jd enak, apalg dimkn dlm ke adaan hangat...itulah sekelumit tentang cr mkn diresto hk, resto famiar dgn sebutan yamcha termsuk mkanan murah.., bisa duduk berjam2 dgn menikmati dingin y ac, biar berjubel org diwkt jam 12 tetep dgn g keringetan,
percy g se enak apapun mkn di resto lbh aman mkn di rmh tau.. Selain kebershan nya kt jg g mata keranjang memilih mkakan yg membuat kt kdg agak ambis hahaha
Rindu
Kutegguk secangkir kopi sambil berdiri si dekat jendela besi,ku menatap kapal-kapal barang yang lalu lalang, seakan mengabarkan "betapa tergesa-gesanya kapal-kapal itu sampai di tujuan. Dari kejauhan seperti kapal tak berjalan, merapyap, gremet , lelet seperti signal curian ketika di kelandang angin menjauh dari laptop ku, lahan loding......
Begitu bersaan ku saat ini, walau waktu, hari berganti tetapi puncak finis kontrak semakain terasa lama, Aku rindu.... rindu pada kampung halaman, rindu keluarga dan handai tolan yang lama aku tinggalkan,.. rindu pelukan dan air mata Bapak, rindu suara nyaring dalam ceriwetnya Mamak dan juga rindu sama same one
mencium, mendengar dan melihat sesuatu yg sama pada waktu silam aku terbayang yg dulu... rin du rindu tak terbendung
rindu rindu aku rindu titik
Begitu bersaan ku saat ini, walau waktu, hari berganti tetapi puncak finis kontrak semakain terasa lama, Aku rindu.... rindu pada kampung halaman, rindu keluarga dan handai tolan yang lama aku tinggalkan,.. rindu pelukan dan air mata Bapak, rindu suara nyaring dalam ceriwetnya Mamak dan juga rindu sama same one
mencium, mendengar dan melihat sesuatu yg sama pada waktu silam aku terbayang yg dulu... rin du rindu tak terbendung
rindu rindu aku rindu titik
Langganan:
Postingan (Atom)
