Stasiun kereta setengah tiga sore hari
nantikan kedatangan senyum di antara bisingnya
siselasela rel kereta baja yang panas di bakari
sekian lamanya hati menanti dekat hangatnya
begitulah kurasa getar getar asing jalariku
menantikan dan hanya tebar senyum pada semua
Penjual nasi yang sibuk berkata kata
penjaga tiket masih saja tebar suara
pengamen kecil kulihat tidur beratap mega
sekian banyak manusia di sekitaku meracau
sedikit mengganggu setiap angan bayangku
namun semua hanyalah sementara
Setengah tiga lebih tiga puluh tiga
kudengar desis angin rem kereta bagiku... siulan
kereta pembawa senyum di kejauhan hampiriku
bawakan bidadari tanpa sayap
bidadari dengan senyum yang membuatku luluh
Seperti anak kecil aku berlompatan... tertawa
Ribuan mansia berjumpalitan berlarian keluar
hirup udara segar bercampur ribuan airmata rindu
sekian lama kunanti.. dimana kekasihku yang berjanji
ku tanyai setiap mulut yang ada.. ku tanyai
Kuukir tanda tanya di tanah lapang.. tetap hampa
kekasihku tiada di dalam kereta setengah tiga
kini bersama tiang menyanggah surya.. bersimpuh
aku meleleh dalam kecewa tanda tanya raja
Pukul tiga lebih dua puluh.. bidadariku tak kutemui
Tidak ada komentar:
Posting Komentar